Sabtu, 29 Juni 2024

Uang 2½ Rupiah Tahun 1951

Uang 2½ Rupiah Tahun 1951: Sejarah dan Nilainya



Sejarah dan Latar Belakang

Uang 2½ rupiah tahun 1951 merupakan salah satu pecahan mata uang yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Pada tahun 1951, Indonesia baru saja merdeka dari penjajahan Belanda, dan pemerintah sedang berupaya membangun sistem ekonomi yang stabil dan independen. Pengeluaran uang kertas pada masa ini menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Desain dan Fitur

Uang kertas 2½ rupiah tahun 1951 memiliki desain yang mencerminkan keindahan Indonesia. Desain uang ini cukup sederhana namun penuh makna, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. DepanGambar depan uang ini menampilkan angka nominal "2½" juga tercetak dengan jelas. dan di sisi kiri kanannya terdapat gambar pemandangan yang indah.


2. BelakangPada bagian belakang, terdapat gambar garuda di bagian tengah dan di bagian kanannya ada tulisan undang-undang, sedangkan bagian kirinya terdapat tulisan dua setengah.


3. Ukuran dan Warna: Uang ini memiliki ukuran 127 x 66 mm dengan  warna merah untuk bagian depan, sedangkan untuk bagian belakang dominan warna hijau tua. untuk jelasnya lihat foto di bawah ini.


Nilai Koleksi

Uang 2½ rupiah tahun 1951 kini menjadi salah satu objek koleksi yang dicari oleh para numismatis (kolektor uang). Nilai dari uang ini sangat bergantung pada kondisi fisiknya, kelangkaan, serta permintaan pasar. Beberapa faktor yang mempengaruhi nilai koleksi uang ini antara lain:

1. Kondisi: Uang dalam kondisi baik, tanpa lipatan, noda, atau kerusakan, akan memiliki nilai yang lebih tinggi.


2. Kelangkaan: Jika uang ini termasuk langka dan sulit ditemukan di pasaran, maka nilai koleksinya akan lebih tinggi.


3. Sejarah: Uang yang memiliki nilai sejarah tertentu, seperti memiliki tanda tangan pejabat terkenal atau diterbitkan dalam jumlah terbatas, juga dapat meningkatkan nilai koleksinya.

Penutup

Uang 2½ rupiah tahun 1951 tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai sejarah yang signifikan. Uang ini menjadi saksi bisu perjalanan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan dan membangun sistem ekonominya sendiri. Bagi para kolektor, memiliki uang ini berarti menyimpan sepotong sejarah penting Indonesia yang tak ternilai harganya.

Jumat, 28 Juni 2024

Sejarah dan Nilai Uang Kuno 1 Rupiah Kertas Tahun 1951

 Sejarah dan Nilai Uang Kuno 1 Rupiah Kertas Tahun 1951



Uang kertas satu rupiah dari tahun 1951 adalah salah satu peninggalan numismatik yang sangat dihargai oleh para kolektor dan sejarawan di Indonesia. Uang ini bukan hanya sekadar alat pembayaran pada zamannya, tetapi juga mencerminkan sejarah dan budaya Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai uang kertas ini.


Latar Belakang Sejarah


Pada tahun 1951, Indonesia baru beberapa tahun merdeka dari penjajahan Belanda. Masa ini adalah periode penting dalam sejarah ekonomi Indonesia karena negara sedang berusaha untuk menstabilkan mata uang dan ekonominya setelah Perang Kemerdekaan. Uang kertas yang diterbitkan pada masa ini menjadi simbol penting dari kedaulatan negara yang baru merdeka.


Desain dan Ciri-Ciri


Uang kertas 1 rupiah tahun 1951 memiliki desain yang unik dan artistik, mencerminkan seni dan budaya Indonesia. Berikut beberapa ciri utama uang ini:


1. **Bagian Depan**:

   - **Gambar Utama**: Di bagian depan uang kertas ini terdapat dengan gambar pemandangan di bagian kiri dan kanannya. Gambar ini melambangkan keindahan dan kecantikan alam Indonesia.

   - **Tulisan**: Terdapat tulisan "Republik Indonesia" dan nilai nominal "1 Rupiah". Selain itu, ada tanda tangan dari pejabat yang berwenang pada waktu itu.

   - **Nomor Seri**: Setiap lembar uang memiliki nomor seri unik sebagai tanda keaslian.

silahkan lihat foto dibawah ini;



2. **Bagian Belakang**:

   - **Desain**: Bagian belakang uang ini bergambar gunung dan undang-undang. 


silahkan perhatikan foto dibawah ini;



Nilai Koleksi


Nilai dari uang kertas 1 rupiah tahun 1951 tidak hanya dilihat dari sisi nominalnya tetapi juga dari segi sejarah dan kelangkaannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi nilai koleksi uang ini antara lain:


1. **Kondisi Fisik**: Uang dalam kondisi baik, tanpa lipatan, sobekan, atau noda, akan memiliki nilai lebih tinggi.

2. **Keaslian**: Uang asli yang tidak mengalami modifikasi atau pemalsuan tentunya memiliki nilai lebih.

3. **Kelangkaan**: Semakin langka uang tersebut, semakin tinggi pula nilainya di mata kolektor.


Harga Pasar


Di pasar koleksi uang kuno, harga uang kertas 1 rupiah tahun 1951 bisa bervariasi tergantung kondisi dan kelangkaannya. Harga bisa berkisar dari beberapa puluh ribu hingga ratusan ribu rupiah per lembar, tergantung dari seberapa baik kondisi uang tersebut dan seberapa sulitnya menemukannya.


Uang kertas 1 rupiah tahun 1951 bukan hanya sekadar alat transaksi ekonomi, tetapi juga sebuah saksi bisu dari sejarah panjang Indonesia. Memiliki atau mengoleksi uang ini berarti juga menghargai dan mengingat perjalanan bangsa dalam mencapai kemerdekaannya. Bagi para kolektor dan sejarawan, uang ini merupakan harta yang sangat berharga karena memuat nilai sejarah yang tak ternilai.


Melalui uang kuno ini, kita bisa melihat kembali ke masa lalu dan mengapresiasi betapa kayanya warisan budaya dan sejarah Indonesia. Jika Anda memiliki uang kertas 1 rupiah tahun 1951, Anda memegang sepotong kecil dari sejarah yang penting untuk dilestarikan.

Jumat, 02 Desember 2022

GOLD KUPANG KESULTANAN JOHORE

GOLD KUPANG KESULTANAN JOHORE




Period : Sultan Alauddin Riayat Shah (1527-1564) 
Obv: Sultan Alauddin
Rev: Khalifatul Muminin Shah
Metal/Deno : Gold Kupang
Weight: 0,6grm Dim: 13mm
Rarety: RR
.
Sejarah Singkat tentang Koin Emas Johor ini adalah Dari Skrip khalimah Khalifatul Mukminin bagian Belakang Koin ungkapan yang jelas bahwa Pemerintahan pada ketika itu adalah mendaulahkan Islamiah yang mendukung Al-Qur'an dan Al-Sunnah sebagai petunjuk kepada orang Mukminin. Dan Raja pada ketika itu sebagai Khalifatul Mukminin atau payung kepada orang mukminin yang memerintah dengan adil dan mendaulatkan al-Qur'an dan Al-Sunnah .

Di zaman Pemerintahan Khalifatul Mukminin Umar bin Khattab Matawang yang digunakan pada ketika itu adalah DINAR emas, DIRHAM perak dan Fulus tembaga . Khalifah Umar bin Khattab telah menetapkan semua Koin Emas mempunyai berat yang standard setiap 1 DINAR mempunyai berat 4.25gram.

Jika dilihat kepada Kupang Emas Johor ini yang mempunyai berat 0.6gram berbanding dengan Dinar Khalifatul Mukminin 4.25gram. Bermakna 1 DINAR Khalifah Umar bin Khattab bersamaan 7 Kupang Khalifah Sultan Alauddin Riwayat Shah. Perbandingan ini adalah merujuk kepada berat emas Kupang dengan Dinar.

Salam.

Senin, 21 November 2022

UANG KUNO Rp50000 POLYMER TERMAHAL

 UANG KUNO Rp50000 POLYMER TERMAHAL


Uang 50.000 Rupiah Suharto Polymer, merupakan seri commemorative yaitu "25 Tahun Indonesia Membangun"



keunikan uang ini salah satunya yaitu dari PREFIX yang saya temukan berjumlah 25 Prefix, sesuai dengan TEMA uang ini

Pada umumnya yang selama ini beredar dan kita temukan, Prefix dari uang ini diawali dangan "ZZ" lalu ikuti huruf ketiga yang merupakan abjad dari A sampai Z (dari ZZA sampai ZZZ) kalo mengikuti abjad yang ada tentu berjumlah 26 namun sampai saat ini saya tidak temukan prefix ZZO dan ZZI, jadi bisa disimpulkan berjumlah 24 Prefix 


ditambah dengan Prefix XXV (angka 25 dalam angka romawi) sebagai prefix pelengkap yang tentunya sangat sulit ditemukan

Seperti di jelaskan diatas bahwa ini merupakan SERI PENGGANTI, menurut pendapat saya untuk seri ini bukanlah sebagai seri pengganti, namun sebagai SERI PELENGKAP dari Prefix yang beredar,

Seri (prefix) yang di terbitkan oleh Pertjetakan Kebajoran (saat ini PERURI) dengan prefix berawalan X-- yang kita kenal merupakan seri pengganti, mari kita cek kembali, prefix yang berawalan X-- pada umumnya yang dapat kita jumpai adalah hanya huruf pertama yang berawalan X-- sebagai contoh XAA, XAB dan lainnya

Namun untuk seri ini terlihat sangat special yaitu huruf pertama dan kedua adalah X dan di ikuti oleh V lengkapnya XXV, jika memang ini merupakan seri pengganti kenapa langsung huruf V pada huruf ketiga yang digunakan dan tidak XXA

Menurut pengamatan saya (pribadi), XXV merupakan angka tahun yang diambil dari ejaan Romawi yaitu 25 sesuai dengan TEMA dari uang ini yaitu

"25 TAHUN INDONESIA MEMBANGUN"

Jadi Prefix XXV pada seri uang ini bukanlah sebagai seri pengganti tapi merupakan SERI PELENGKAP sehingga jumlah prefix dari seri uang ini berjumlah 25 Prefix, karena sampai saat ini belum ditemukannya prefix ZZI dan ZZO

Secara matematis 26 - 2 + 1 = 25

Mohon maaf apabila kesimpulan yang saya ketik ini ada kekeliruan, dan apabila dari rekan2 menemukan prefix ZZO dan ZZI, dan meungkin akan menggugurkan kesimpulan saya sekiranya dapat di share disini 


Terima Kasih

Senin, 07 November 2022

FONDS (Dana, Persediaan Dana/anggaran)

 FONDS 

(Dana, Persediaan Dana/anggaran)



Pada era menjelang kemerdekaan dan pada masa Revolusi kemerdekaan Fonds adalah salah satu bentuk penggalangan untuk membantu pemerintah pada masa persiapan kemerdekaan dan masa mempertahankan kemerdekaan, yaitu berupa Fonds Perang, Fonds Kemerdekaan,  Fonds Dakota dan Fonds Nasional.


Sejarah penggalangan dana atau Fond pada masyarakat telah lama terjadi sejak masa pendudukan jepang.


Penggalangan dana berupa pengumpulan emas dilakukan para perempuan ketika Jepang kian terdesak dalam Perang Pasifik. Harian Sinar Baroe, 20 Desember 1944, menyiarkan maklumat Jawa Hokokai Fujinkai: “menganjurkan kaum perempuan, khususnya anggota Fujinkai, untuk menunjukan kebaktiannya dengan menyerahkan perhiasannya kepada pemerintah untuk kepentingan peperangan.”


“Anjuran membaktikan barang-barang permata untuk menyokong usaha perang disambut oleh penduduk Jawa dengan cara yang hangat,” tulis Sinar Baroe, 15 Januari 1945.


Pengumpulan dana tersebut dinamakan Fonds Perang, yang diputuskan oleh Chuo Sangi In (Badan Penasihat Pusat), lembaga “perwakilan” Indonesia untuk memberikan saran kepada Jepang; pada 1943. Penggalangan dana Fonds Perang dilakukan mulai dari desa (ku) sampai karesidenan (syu) dengan berbagai cara, seperti dalam peringatan hari besar nasional, pasar malam, atau pertunjukan kesenian.


Fonds Perang kemudian ditambahi kata “Kemerdekaan” setelah Perdana Menteri Koiso mengumumkan janji kemerdekaan kepada Indonesia di depan parlemen Jepang pada 7 September 1944. Seperti dimuat Sinar Baroe, 2 Februari 1945, Fonds Perang dan Kemerdekaan masuk dalam anggaran dasar dan anggaran khusus Jawa Hokokai yang baru. Pasal 24 tentang Fonds Perang dan Kemerdekaan berbunyi: “Dalam Jawa Hokokai diadakan fonds yang maksudnya mengumpulkan uang dan harta benda yang disembahkan oleh penduduk di Jawa atau badan-badan lain untuk menyempurnakan usaha perang ATR (Asia Timur Raya) serta mengokohkan dasar kemerdekaan Indonesia dan yang berusaha mengurus sebaik-baiknya buat menyempurnakan maksud di atas.”


Pada anggaran khusus tentang Fonds Perang dan Kemerdekaan dinyatakan bahwa fonds akan digunakan untuk pembelaan tanah air, menolong dan pendidikan rakyat, serta menambah tenaga perang dan memperkokoh dasar kemerdekaan.

Fonds Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, kata “Perang” dihilangkan dan namanya diubah jadi Fonds Kemerdekaan. Mulai 18 Agustus 1945, dr R Soeharto, dokter pribadi Presiden Sukarno, berkantor di Pegangsaan Timur 56 dan diserahi tugas sebagai bendahara kemudian wakil ketua Fonds Kemerdekaan Pusat. Wakil Presiden Mohamad Hatta jadi ketuanya.

“Tugas saya sehari-hari di Pegangsaan Timur 56 mengurus uang yang disumbangkan dan disampaikan untuk Fonds Kemerdekaan Indonesia, terutama melalui Bung Hatta, dan juga mengurus berbagai pengeluaran uang atas perintah Bung Karno atau Bung Hatta,” kata Soeharto dalam memoarnya, Saksi Sejarah.

Pengeluaran itu, kata Soeharto, sebagian besar untuk membekali orang-orang atau rombongan utusan daerah yang hendak kembali ke daerahnya. Fonds Kemerdekaan juga menyediakan modal untuk pembentukan bank pertama yang didirikan dan dimiliki pemerintah Indonesia.

Adalah RM Margono Djojohadikoesoemo yang menggagas pendirian bank pemerintah. Setelah dibicarakan dengan Bung Hatta, pemerintah menerbitkan surat kuasa pada 16 September 1945 yang menunjuk Margono untuk menyiapkan pendirian bank tersebut. Margono membentuk Yayasan Pusat Bank Indonesia (PBI) yang didaftarkan pada Notaris Soerojo di Jakarta pada 9 Oktober 1945. Dia menjabat direktur yayasan dan berkantor di Jalan Menteng Raya 23 Jakarta itu. Modalnya cuma Rp5 ribu, hasil sumbangan rakyat dalam Fonds Kemerdekaan, yang jelas tak mencukupi kebutuhan operasional sebuah bank.

Fonds Kemerdekaan lantas menyumbang sampai modal yayasan menjadi Rp340.000 (uang zaman Jepang). Dalam sebulan dana masyarakat yang terkumpul mencapai Rp31 juta. Pada 5 Juli 1946, Presiden Sukarno mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No 2 tahun 1946 yang mengesahkan berdirinya bank milik pemerintah yang bernama Bank Negara Indonesia.

Fonds Kemerdekaan juga diselenggarakan di daerah-daerah. “Fonds Kemerdekaan merupakan dana lokal yang dibentuk di setiap kabupaten oleh Komite Nasional Indonesia Daerah. Kebanyakan orang-orang Tionghoa dan Arab memberikan sumbangannya untuk memperlihatkan dukungannya kepada kemerdekaan,” tulis Anton Lucas dalam Peristiwa Tiga Daerah.

Menurut Pramoedya Ananta Toer dalam Kronik Revolusi, Fonds Kemerdekaan berjasa besar menyokong perjuangan, terutama di sekitar permulaan masa revolusi di tahun 1945. Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 1948, Fonds Kemerdekaan dilikuidasi dan dibentuk badan serupa bernama Fonds Nasional.

“Kekayaan Fonds Kemerdekaan berjumlah lebih kurang Rp5.000.000 dioperkan kepada badan baru itu, yang juga meneruskan usaha-usaha badan yang lama, di antaranya mengadakan studie-fonds, memberi pertolongan kepada badan-badan sosial dan usaha-usaha nasional lainnya,” tulis Pram.

Pada tanggal 16 Juni 1948, dalam jamuan makan yang digelar Gabungan Saudagar-saudagar di aula Hotel Aceh, Kotaraja, Presiden Sukarno menganjurkan kepada rakyat Aceh agar membantu usaha membuka perhubungan udara. “Di sini saya anjurkan supaya kaum saudagar membeli kapal udara, sebaiknya Dakota… Satu Dakota harganya hanya 25 kilogram emas,” kata Sukarno.

Para saudagar Aceh menyanggupi membeli dua pesawat Dakota. Untuk itu, di seluruh Aceh dibentuk Dakota Fonds untuk menghimpun sumbangan dari masyarakat. “Terdorong oleh kesadaran dan rasa cinta akan kemerdekaan, masyarakat Aceh menyambut hangat pengumpulan dana tersebut, dan sebagian besar mereka dengan ikhlas menyerahkan perhiasan emas dan uang tunainya,” tulis Pramoedya Ananta Toer dkk, dalam Kronik Revolusi Indonesia IV.

Dalam buku yang sama Pram menulis pesawat terbang RI 001 Seulawah itu adalah satu dari dua pesawat hasil  sumbangan rakyat Aceh. Pram menambahkan bahwa, “pesawat yang kedua tidak menjadi kenyataan, sungguhpun dana untuknya telah diserahkan.”

Fonds kemerdekaan dikumpulkan melalui penarikan pada saat pembayaran pajak, undian, sewa dan iuran lainnya, ada yg berbentuk Perangko, Materai, Lotterij, Stempel / cap pada kwitansi, Kupon, tanda penerimaan serta bentuk yang lainnya.

Berikut adalah contoh Bentuk Fonds Kemerdekaan yang ada di Museum Uang Sumatera dan sumber lainnya (minus fonds kemerdekaan bentuk Lottre / Lotterij).





Diambil dari FB Ruswita

Rabu, 02 November 2022

UANG KUNO Rp500 TAHUN 1968

UANG KUNO Rp500 TAHUN 1968



 

UANG KUNO Rp1000 TAHUN 1968

UANG KUNO Rp1000 TAHUN 1968




Senin, 31 Oktober 2022

NUMISMATIK SEBAGAI ILMU BANTU SEJARAH

NUMISMATIK SEBAGAI ILMU BANTU SEJARAH



Numismatik sebagai ilmu merupakan salah satu ilmu bantu sejarah yang dapat dikembangkan menjadi suatu yang lebih luas dan sangat menarik untuk dipelajari untuk mengungkap suatu sejarah, tidak terlepas juga menjadi suatu investasi utk kedepannya yg didukung oleh sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas.

Sudah selayaknya Numismatik Indonesia memiliki "Hari  Numismatik Nasional" di negara tercinta Republik Indonesia ini, bila kita mau mengistimewakan Numismatik di Negara tercinta kita ini, yang akan kita peringati setiap tahunnya dan tentu akan lebih bermakna ke depannya 🙏🙏

Bisakah kita mewujudkannya?? Tentu sangat bisa, sebagai contoh Filateli sendiri di indonesia sudah memiliki Hari Filateli, juga ilmu-ilmu yg lain yg juga sebagai alat bantu ilmu sejarah maupun bukan sebagai alat bantu ilmu sejarah seperti Arkeologi, Antropologi, Arsitektur dan lain-lain yg didukung oleh Komunitas, Perkumpulan ataupun Asosiasinya.

Bagaimana kita mewujudkannya?? Salah satu seorang numismatis senior, Penulis, pemerhati sejarah, dan museum dari tahun 1980an, juga seorang Arkeolog yg akhir-akhir sering diskusi dengan kami, menyarankan agar Numismatik Indonesia dengan Perkumpulan atau Asosiasinya agar sering melakukan Seminar, Sosialisasi, Workshop dan kegiatan lainnya yg berskala nasional.

Dari hasil kegiatan-kegiatan tersebut kita bisa mengusulkan untuk adanya "Hari Numismatik Nasional" ke lembaga terkait, dalam hal ini karena Numismatik sebagai ilmu, yg terkait adalah Kemendikbud.

Apakah Numismatik kita akan menuju kesana?? Semua terpulang kembali kepada para senior dan pembesar Numismatik di negara kita cintai ini untuk melepas egonya masing-masing dan mau secara konsisten bersama-sama memajukan numismatik atas nama  "Indonesia" yg bukan hanya retorika tapi dengan bukti nyata.

Pencinta Numismatik Kota Medan

14 Agustus 2019.

With Ichwan Azhari Teddy Rinaldy Rangga Bima Suwito Harsono Tma

Dikutip dari FB Ruswita k.

"Uang Senapan" || Uang Resimen I

"Uang Senapan" Uang Resimen I



 Apa yang terpikirkan oleh kita bila melihat salah satu contoh Uang Resimen I di bawah ini? yang pertama tentu gambar Senapannya, maka tak salah Uang ini sering di sebut "Uang Senapan" oleh Penduduk Kutacane dan para Prajurit Resimen I pada tahun 1948 di Kutacane kala itu.

Lalu kita akan melihat 2 tanda tangan dibawahnya yaitu di kiri dan kanan.

Sebelah kiri ditandatangangi/disetujui oleh Patih Kutacane Saat itu yaitu Muda Sedang, dan sebelah kanan ditandatangani oleh Kepala Keuangan Resimen I Divisi X atau Divisi Sumatera yaitu Letnan Abdul Muluk Lubis, terakhir pensiun berpangkat Mayor Jenderal dengan jabatan sebagai Perwira Logistik Resimen IV.


yang menarik adalah mengenai Patih Kutacane saat itu yaitu Muda Sedang, nama beliau minim informasi atau kisahnya yang diangkat atau dipublikasikan.


Berbeda dengan Letnan Abdul Muluk Lubis maupun Letkol Djamin Ginting yang saat itu menjabat sebagai Komandan Resimen I dan pensiun dengan pangkat Letnan Jenderal, yang namanya sudah banyak dikisahkan.


Baru-baru ini Museum Uang Sumatera mendapat hibah beberapa surat saham dari seseorang yang baik hati di Kota Medan, yaitu berupa "Surat Sero" dari "Pesindo Banking Cooporation" di Kutaradja, tanggal  1 April 1949,  dan "Surat Sero" dari "Bank Keradjinan Pedjuang Kemerdekaan", yang berdiri tanggal 14 Oktober 1954 di Kota Medan, serta surat "Pindjaman Republik Indonesia" tahun 1950.

* Foto Koleksi Museum Sumatra

* Foto Koleksi Museum Sumatra

* Foto Koleksi Museum Sumatra

* Foto Koleksi Museum Sumatra

* Foto Koleksi Museum Sumatra

* Foto Koleksi Museum Sumatra

Hal menarik lainnya yaitu, Surat Sero atau Surat Saham tersebut atas nama "Muda Sedang", dengan dugaan sementara adalah setelah beliau tinggal di Kutaradja kemudian pensiun dan menetap di Kota Medan, dan surat-surat ini kemungkinan ditemukan oleh ahli waris atau keluarganya, dan berakhir di Museum Uang Sumatera.

Beberapa teman-teman Sejarawan, Pecinta Sejarah dan Pemerhati Sejarah sudah dimintakan pendapatnya tapi belum ada jawaban tentang Bapak "Muda Sedang" tersebut.

Banyak Sejarah yang dapat digali dari surat-surat Saham tersebut, baik mengenai Bapak Muda Sedang itu sendiri, maupun 2 Bank yang disebut diatas, yang berdiri di Kutaradja pada era Revolusi Kemerdekaan, serta yang berdiri di Kota Medan pada era setelah Revolusi Kemerdekaan, yang minim dengan sumber referensi, maupun Pinjaman Republik Indonesia itu sendiri.

Dikutip dari Fb Ruswita k

Koin Ayam "SUSU"

 Misteri Token / Koin Ayam "SUSU"




Siapa yang tidak tahu tentang Koin Ayam Susu? Mungkin rata-rata sudah mengetahuinya, terutama Koin Ayam Jago yang biasa (Singapore Merchant Token).

Karena kelangkaannya yang merupakan salah satu keistimewaannya, Koin Ayam Susu pernah terjual pada tahun 2012 di Monetarium Auction Singapore seharga SGD 80.000 exclude tax (diluar pajak).

Hampir 800jt Rupiah lebih, harga yang fantastis🥰😍


Tapi pernahkah kita tertarik untuk mengetahui sejarah Koin Ayam Susu itu sendiri?? Yang tentunya ada kaitannya dengan sejarah perdagangan dan perekonomian di Indonesia.


Menurut buku Saran Singh, The Encyclopedia of the Coins of Malaysia, Singapura, dan Brunei, 1400-1986, Koin Ayam Susu 1804 dikeluarkan oleh kepala pemberontak, Lebai Dapa, yang memerintah di daerah sekitar pelabuhan Susu ( huruf Jawi ada di koin tertulis SUSU) di Sumatera. token susu ini adalah prototipe untuk ayam token ayam jago berikutnya (duit ayam) yang dikeluarkan oleh Pedagang Singapura.


Banyak token diedarkan di wilayah selat (Straits Settlements) dan wilayah tetangga Singapura. Tetapi masalah yang paling menarik adalah keberadaan koin sen tembaga yang dikenal sebagai token ayam, karena bagian depannya menampilkan ayam jago bertarung yang besar serta kebalikannya tertulis "Susu" dalam bahasa Arab, dengan tanggal 1804 dalam kalender Eropa. Susu adalah pelabuhan di pantai barat Sumatra, di kerajaan Acheen, tempat Amerika mendirikan basis.


Pada katalog Pridmore (hal. 91-94) menyatakan bahwa barang-barang ini mungkin dikeluarkan oleh Pedagang Bebas Amerika secara ilegal berdagang di Pelabuhan Susu, sebuah pelabuhan pantai barat di Sumatra di Kerajaan Acheen (Aceh). Penelitian terbaru, yang diterbitkan setelah kematiannya dalam sebuah makalah bersama dengan David Vice (SNC, September 1980 dan Maret 1981) menunjukkan bahwa mereka lebih cenderung kepada topik pembahasan yaitu kepala pemberontak, Lebi Dapa, keturunan dari Kepala Pangkalan Susu, dan ada 100 "sampel"  cetak ulang yang disiapkan di London, yang akan diproduksi secara lokal. Bahwa koin-koin tersebut hampir pasti prototipe untuk token Ayam Jago yang tidak diragukan lagi.


Dari Catatan Saran Singh dan Pridmore diatas, Yang jadi pertanyaan adalah :


Dimanakah Koin / Token Ayam Jago "Susu" yang dimaksud namanya berasal? Benarkah Pangkalan Susu berada di Daerah Atjeh?? Dan benarkah dia sebagai prototipe Token Ayam Jago (Singapore Merchant Token)?


Sejarah Ringkas Kecamatan Pangkalan Susu


Bahwa secara terperinci dan mendetail sejarah kelahiran dan pertumbuhan maupun perkembangan Kecamatan pangkalan Susu tidak di peroleh dengan pasti, namun berdasarkan keterangan yang di kumpul di peroleh dari para orang tua (M.Jali Hg dan Ramli) dapat di kumpulkan keterangan-keterangan yang di anggap cukup memadai untuk menjadi catatan.


Sekitar tahun 1890 dalam suatu suasana masih hutan semak belukar dan kegiatan pemerintahan tunduk kepada sultan Langkat di Tanjung Pura, seorang yang bernama Tengku Nyak Pekan, telah membuka hutan di kampung Sei Bemban (sekarang Pulau kampai), selain menanam lada dan menanam potensi pertanian lainnya. Merasa perlu memperluas areal pertaniannya maka Tengku Nyak Pekan bersama keluaganya membuka hutan pula di Pangkalan Soesoe,sehingga akhirnya area pertanian diwarnai dengan tumbuhnya pohon lada yang cukup banyak.


Pada tahun 1917, salah satu anak Tengku Nyak Pekan yang bernama Kobat, diangkat menjadi Petua dan mengepalai daerah Pangkalan Soesoe. Dalam Perkembangannya, maka Pangkalan Soesoe mulai didatangi para pendatang dari pesisir/luar untuk mencoba berusaha dibidang pertanian.pada saat itu belum ada perhubungan darat sehingga para pendatang menyelusuri laut dan pantai untuk membuka hutan yang masih belum di jamah.

Perahu-perahu dan sagor (sampan) mereka ikatkan di sebuah pohon yang rindang ditepi pantai,selanjutnya lokasi penambatan perahu ini mereka sebut dengan PANGKALAN dan pohon rindang tempat diikatnya dan ditambatkanya sagor tersebut mereka namakan SOERSOER.


Dari hari kehari pertambahan jumlah pendatang semakin banyak untuk mebuka hutan sebagai lahan pertanian.Menurut ceritanya baik oleh Pemerentah Belanda maupun masyarakat setempat sendiri, menyebut SOERSOER merasa agak sulit sehingga sering terucap menjadi SOESOE. Pada gilirannya oleh Pemerintah Belanda ditetapkan menjadi PANGKALAN SUSU hingga sampai saat sekarang ini pada bahagian lain di Pangkalan Brandan pada saat itu berkedudukan seorang Controlleur yang membawahi 4 (empat) orang Datuk beserta daerahnya Yaitu:

datuk Pekan Pangkalan Brandan

Datuk Lepan

Datuk Besitang/Pangkalan Susu

Datuk Pulau Kampai


Setelah Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, di hapuskanlah Pemerentahan Swa Praja atau Zeltbestuur yang diperrintah oleh Sultan/Raja-Raja di Kerisidenan Sumatera Timur,Termasuk di Pangkalan Susu. Disusunlah pemerintahan sipil di Wilayah Kerisidenan Sumatera Timur yang terdiri dari 6 (enam) Kabupaten Langkat dengan Bupatinya bernama Bapak Alm.ADNAN NOER LUBIS, di resmikan tepatnya tanggal 12 April 1946.dengan di bentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,maka dihapuslah Kerisidenan Sumatera timur dan menetapkan penjabat Pimpinan pemerentahan disemua Kabupaten temasuk kabupaten langkat yang berkedudukan di Binjai (Bupatinya H.O.K. SALAMUDDUN) dengan membawahi 3 (tiga) Kewedanan termasuk didalamnya Kecamatan Pangkalan Susu sebagai bahagian dari kecamatan dikewedanaan Teluk Haru sehingga dengan demikian dapatlah dianggap bahwa kehadiran dan tumbuhnya Kecamatan Pangkalan Susu dimulai pada saat tersebut diatas.


Dalam perkembangan sampaï saat ini Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Pangkalan Susu adalah salah satu dari unit pelaksana teknis dibawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang berada di sumatera Utara yang berbatasan dengan Nangroeh Aceh Darussalam (NAD), yang sebelumnya hanya melayani dermaga (TUKS) milik PT.Pertamina yang bergerak dalam bidang pertambangan untuk mengangkut Gas LPG dan Crude Oil, Sekarang telah berkembang dengan beroperasinya PLTU ( PT. PLN Persero ) pada pertengahan tahun 2014 maka Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Pangkalan Susu juga telah melayani dermaga (TUKS) milik PT. PLN Persero yang bergerak dibidang Tenaga Listrik untuk Kapal-kapal mengangkut Batubara. Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu juga memiliki 2 (dua) wilker (wilayah kerja) yaitu pada dermaga (TUKS) milik Pertamina yang terletak di Pangkalan Brandan dan Pulau Sembilan.

Tidak heran Sejarah Pangkalan Susu juga terkait dengan Pangkalan Brandan walaupun dua kesatuan yg berbeda sejarah.

Beranjak dari hal tersebut diatas maka perlu kajian dan penelitian lebih lanjut oleh Numismatis kedua negara atau negara yg terkait, untuk meluruskan sejarah dan kegunaan Koin Ayam Susu dan dibukukan kembali secara baku.


*Dikutip dan diolah dari berbagai sumber.

Dikutip dari Fb. Ruswita k

Minggu, 08 Mei 2022

 Kasus Indikasi Specimen Palsu UPK 75



Wasapada... 

Untuk semua teman2 Numismatik harap hati2 karena ada peredaran SPECIMEN UPK 75 Palsu.


Adapun Specimen palsu ini

1)Menggunakan uang asli UPK 75 tapi di perforasi Spesimen melintang lebih besar dari stempel Specimen yg asli. 

2)Numerator dan prefix pada Specimen palsu acak padahal Specimen yg asli bertuliskan UPK 170820.


Himbauan untuk semua Numismatis atau kolektor Indonesia 

Jangan ada yg menjual atau menyimpan dan membeli specimen palsu ini karena bisa dijerat UU pemalsuan penipuam dan merusak uang sah yang masih berlaku


Untuk pelaku hendaknya jangan lagi memproduksi dan mengedarkan Specimen UPK rekayasa ini lagi 

Bilamana ada korban yg datang ke saya lagi menanyakan perihal keaslian atau lapor menjadi korban maka saya sendiri yg akan laporkan ke Polisi.

Saya sdh tahu siapa Anda cuman sayangnya saat itu korban keberatan saat sy mau bawa masalah ini ke Polisi krn masih kasihan dengan Anda. 


NB: Gambar dibawah adalah poster asli UPK 75 dari Bank Indonesia. 

Bisa dilihat tulisan Specimen dan numeratornya. 

Terimakasih

Semoga bermanfaat


Link sesungguhnya

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2612488938884341&id=100003697813095


Jumat, 02 Oktober 2020

BERAPA HARGA UANG Rp100000 TAHUN 1999 POLYMER SEBENARNYA??

ANDA PUNYA UANG Rp100000 TAHUN 1999??


    Pada Tahun 1998, Indonesia mengalami pergolakan disegala bidang, yang intinya adalah melengserkan pemerintahan pada masa itu. Soeharto sebagai presiden di zaman itu diminta untuk turun dari jabatannya sebagai presiden, yang mana beliau telah memimpin Indonesia lebih dari 30 tahun, mulai dari 27 Maret 1967 sampai dengan tahun 1998 yang disebut era "ORDE BARU". Dengan adanya pergolakan pada tahun 1998 yang dilakukan oleh masyarakat indonesia, terutama mahasiswa. Sehingga Soeharto pun lengser dari pemerintahannya.

Setelah pemerintahan ORDE BARU berakhir, maka lahirlah pemerintahan "REFORMASI" dan diangkatlah Bapak B.J. Habibie sebagai presiden. Pada saat inilah perekonomian Indonesia menjadi down, semua harga barang menjadi naik beberapa kali lipat, sebagai patokannya saya coba bandingkan harga dolar Amerika terhadap Rupiah. Yang mana pada tahun 1997, dolar Amerika berkisar diharga Rp2350 perdolar nya. Pada tahun 1998, Dollar Amerika berada ditingkat termahalnya waktu itu berkisar harga Rp13000  perdolar nya.

Dengan adanya pergolakan ekonomi pada masa ini yang membuat uang tidak mempunyai daya beli yang tinggi, sehingga pada tahun 1999, Pemerintahan Indonesia menerbitkan uang pecahan terbesarnya yaitu uang Rp100000 berbahan polymer. Sebelumnya uang pecahan terbesar Indonesia adalah uang Rp50000 tahun 1993 berbahan polymer dan pada tahun 1995 dikeluarkan uang Rp50000 berbahan kertas.

Untuk detil gambar depan uang Rp100000 nya silahkan lihat foto dibawah ini;


Dan Untuk detil gambar belakangnya adalah seperti gambar dibawah ini;


    Berikut ini saya coba tuliskan ciri-ciri atau kriteria dari uang Rp100000 tahun 1999;
  • Gambar depan dari uang Rp100000 tahun 1999 ini adalah gambar Sukarno dan Muhammad Hatta.
  • Gambar belakangnya adalah gambar gedung MPR dan DPR jakarta.
  • Warna dominannya adalah kuning, jingga, coklat, merah, hijau.
  • Pengamannya berupa;
    • Tanda air Gambar garuda.
    • Logo BI.
    • Angka forforis yang berbacahaya jika kena sinar UV.
  • Uang ini dicetak di Australia oleh “Note Printing Australia”
  • Tanggal peredarannya tanggal 1 November 1999.
  • Tanggal Penarikannya dimulai tanggal 30 Desember 2013.
  • Uang ini ditandatagani oleh Syahril Sabirin dan Iwan R.Prawiranata.
  • Nomor serinya terdiri dari 3 huruf dan 6 angka.
  • Ukurannya adalah 151cm X 65cm.

        BERAPA HARGA UANG Rp100000 TAHUN 1999??

     Selanjutnya saya akan membahas harga uang kuno Rp100000 tahun 1999. Bagi kolektor uang kuno, uang ini hanyalah uang biasa yang tidak memiliki harga jual yang mahal, maksimal sekitar 150 ribu rupiah perlembarnya dengan kondisi terbaik 99% seperti baru. Tapi ada saja yang bisa menjual dengan harga yang lebih mahal dari itu, terutama yang sering saya dengar itu pencari IDR dan ADR, yang sering bilang geser sana geser sini, tuntaskan, buyer valid, atau apalah namanya itu.

        Untuk saat ini, harga uang ini malah ada yang jual dibawah harga nominalnya untuk kondisi bekas pakai dan kondisi kusut yaitu harga Rp85000 perlembarnya. Walaupun ada yang menjualnya di online shop dengan harga yang sangat mahal, seperti contoh dibawah ini. Tapi itu terserah dari penjual mau pasang harga brapa aja. Yang terpenting itu adalah, ada yang membelinya atau tidak.


    Kesimpulan yang dapat saya ambil dari artikel saya ini adalah,

    ·        Uang ini tidak langka.

    ·        Uang ini tidak mahal.

     

    Bagi anda yang memiliki uang ini sebainya disimpan dengan baik, dan jika ada yang ingin membeli uang ini kepada anda dengan harga diatas 200 ribu rupiah perlembar, saya anjurkan anda untuk menjualnya dan silahkan beli lagi ke kolektor di kota anda.

    Cukup sekian artikel saya kali ini, semoga bias diambil mamfaatnya dari apa yang telah saya sampaikan, semoga kita bias bertemu lagi di artikel lainnya mengenai uang kuno dan uang unik. Terimakasih.

     

    Salam Hangat.

     

    Kolektor Uang Kuno


     

     


    Jumat, 04 September 2020

    KOIN Rp100 TAHUN 1978 DIJUAL 250 JUTA. LAKUKAH??

    KOIN Rp100 TAHUN 1978





        Assalamua'laikum W.W.

      Selamat melaksanakan aktifitas dihari ini, semoga kita mendapatkan keberkahan dan rezeki berlimpah, dan atau minimalnya cukup untuk menutupi kebutuhan hari ini. Amin ya Allah.
        Pada artikel kali ini saya akan coba membahas mengenai koin Rp100 tahun 1978, atau sering juga disebut koin Rp100 tipis, dan dipulau Jawa juga terkenal dengan sebutan koin Rp100 wayang.
        Entah mengapa masyarakat di Indonesia yang tidak menggeluti bisnis jual beli uang kuno selalu beranggapan bahwa setiap uang kuno itu mahal harganya, bahkan ada yang beranggapan harganya sampai ratusan juta. Walaupun memang ada beberapa uang kuno yang harganya sampai ratusan juta. Tapi sangat tidak mudah untuk menemui uang kuno tersebut. Bahkan ada yang menjualnya di toko online dengan harga 250jt Rupiah hanya untuk 1 koin Rp100 tahun 1978 ini, seperti foto dibawah ini.

    Dan ada juga yang menjualnya dengan harga 1 juta, 2 juta, 6 juta, dan 185 juta perkoinnya, seperti foto dibawah ini;


        Dari semua iklan di online shop tersebut diatas, tidak ada satupun pembelinya atau barangnya tidak terjual. Tentunya para pembeli juga akan mencari harga yang paling murah ( hukum jual belinya gitu ).

        Kembali kebahasan koin Rp100 tahun 1978. Koin ini beredar pada tahun 1978, sehingga ada 2 koin Rp100 yang beredar secara bersamaan yaitu koin Rp100 tahun 1978 dan koin Rp100 tebal. Saat kedua koin ini beredar, dengan 100 rupiah ditahun 1990 bisa mendapatkan permen hack sebanyak 16 biji. ( jika dibandingkan sekarang hanya bisa dapat 2 biji saja )
        
    Berikut saya sampaikan spesifikasi untuk koin Rp100 tahun 1978:
    • Koin ini mulai diedarkan pada tanggal 10 Agusutus 1978.
    • Koin ini mulai ditarik dari peredaran pada tanggal 25 Juni 2002.
    • Bahan koin ini adalah Cupro Nikel
    • Koin ini berbentuk bulat tipis.
    • Karena bahannya nikel, jadi warnanya putih.
    • Ukuran koin ini adalah:
      • Beratnya 7 gram
      • tebalnya
        • Pinggirannya 1.5 mm
        • tengahnya 1.25 mm
      • Diameter koin ini adalah 28.50 mm
    • Koin ini memiliki ciri - ciri sebagai berikut;
      • Untuk bagian depan koin ini begambar rumah adat dari Sumatra Barat yang disebut Rumah Gadang, dan tulisan "BANK INDONESIA" dan "SERATUS RUPIAH" yang membentuk lingkaran.
      • Untuk bagian belakannya bergambar gunungan wayang, dan teks "HUTAN UNTUK KESEJAHTERAAN' yang membentuk lingkaran dan "Rp100" dibawah gunungan wayang.
    Untuk Lebih jelasnya mengenai bentuk dan ciri-ciri koin Rp100 tahun 1978 ini, silahkan lihat gambar dibawah ini:

     LANGKAKAH KOIN Rp100 TAHUN 1978??

        Bagi yang bukan pebisnis jual beli uang kuno, mungkin koin ini adalah koin langka, tapi tidak bagi kolektor atau pebisnis uang kuno, karena koin ini sangat mudah ditemui dan jumlahnya yang sangat banyak. sebagai contoh, saya memiliki koin ini sekitar 250 koin, seperti foto dibawah ini;


    BERAPA HARGA KOIN Rp100 TAHUN 1978?

        Artikel uang kuno tidak lengkap jika tidak dilengkapi dengan harganya. Di sesama pebisnis uang kuno, harga koin ini adalah sekitar Rp500 perkoin dengan kondisi bekas. Yang bilang harga koin ini mahal sampai jutaan, itu hanya berita hoax

        Cukup sekian bahasan artikel saya untuk saat ini, semoga kita jumpa lagi di bahasan lainnya mengenai uang kuno. Jika ada yang perlu ditanyakan atau jika anda perlu informasi mengenai uang kuno, silahkan kirim di kolom komentar. Terimkasih.

    NB;

    SAYA SEDANG MENCARI KOIN Rp50 TAHUN 1997 MINIMAL 2 KOIN.


    Salam Hangat,


    Kolektor Uang Kuno

    Sabtu, 29 Agustus 2020

    BERAPA HARGA KOIN 1000 GAMBAR SAWIT SEBENARNYA??

    KOIN 1000 GAMBAR KELAPA SAWIT



        Assalamua'laikum W.W.

        Selamat menjalankan aktifitasnya dihari ini, semoga kita diberi kesehatan dan rezeki yang berkah dan melimpah. Semoga hari ini adalah hari yang terbaik untuk kita semua.

        Membahas mengenai rezeki, setiap manusia selalu menghitungnya dengan perbandingan uang, walaupun sebenarnya ada rezeki yang tidak berupa uang, misalnya berupa pertolongan "fisik" dari orang lain.

        Kembali kepada masalah uang. Pada tahun 1993, Bank Indonesia menerbitkan uang Rp1000 ( seribu rupiah ) berupa koin dengan 2 logam berbeda atau atau istilah ]nya bemetal. Yang lebih tenar dengan sebutan koin Rp1000 sawit. Untuk contoh gambarnya silahkan lihat gambar dibawah ini.


        Koin Rp1000 gambar kelapa sawit ini mulai di buat pada tahun 1993 dan terakhir dibuat pada tahun 2000. Saat  artikel ini dibuat, koin ini masih sah sebagai alat pembayaran. Tapi, sudah sangat jarang ditemui diwarung warung, bahkan orang warung pun tidak mau menerimanya lagi. Karena sudah ada uang Rp1000 koin lainnya seperti koin Rp1000 angklung tahun 2010 dan  koin Rp1000 Mr. I Gusti Ketut Pudja pada tahun 2016.

        Beberapa tahun yang lalu koin Rp1000 ini sempat bikin heboh Indonesia karena adanya berita yang beredar bahwa koin ini harga jualnya sampai 14jt rupiah perkoin. Beritanya memang benar begitu, karena yang dibahas adalah harga jual ( belum terjual ), bukan terjual ( sudah terjual ). Yang mana harga jual tersebut bebas berapa aja atau sesuka penjual. Dan tentunya pembeli juga mikir 2 kali untuk mengeluarkan uang 14jt rupiah hanya untuk sebiji koin RP1000.

          Tapi, walaupun demikian, tidak tetutup kemungkinan ada yang berhasil menjual koin Rp1000 ini dengan harga jutaan ( saya belum pernah lihat dan dengar ), tapi jika ditaanya yang menawarkan dengan harga jutaan kepada saya, jujur saya katakan bahwa semua yang menawarkan uang koin Rp 1000 ini harga yang ditawarkan kepada saya diatas 1jt perkoinnya.

          Ada juga yang beranggapan bahwa koin Rp1000 ini sangat langka dan sulit untuk mencarinya. Itu adalah bohong belaka, buktinya saya masih mudah untuk mendapatkannya. Saat ini, saya memiliki stock koin Rp1000 gambar kelapa sawit sekitar 100 koin. jika ingin menambahnya, saya bisa mendapatkannya dalam jumlah yang banyak bahkan ribuan koin pun bisa saya dapatkan. sebagai contoh, silahkan lihat foto koin yang saya miliki dibawah ini.



          Dengan adanya berita bahwa koin Rp1000 gambar sawit ini harganya sampai jutaan, sehingga permintaan pasar pun meningkat tajam yang berimbas pada naiknya harga jual bagi pebisnis uang kuno walaupun tidak banyak naiknya. ( harganya akan saya bahas di bawah ) 

       Sebelum saya bahas harga koin ini di pebisnis uang kuno, saya akan membahas mengenai spek dan kriteria uang koin Rp1000 gambar kelapa sawit ini.

    • Koin Rp1000 gambar kelapa sawit ini berbahan nikel untuk bagian luar dan berbahan kuningan untuk bagian tengahnya.
    • Koin Rp1000 ini berbentuk bulat tipis.
    • Tanggal mulai diedarkannya adalah pada tanggal 08 Maret 1993.
    • Warna koin ini adalah putih untuk bagian luar dan kuning untuk bagian luarnya.
    • Untuk ukurannya adalah;
      • Berat normalnya adalah 8.60 gram
      • Tebalnya 2.40 mm
      • Untuk ukuran diameternya adalah 26 mm
    • Gambar depan koin ini adalah gambar garuda dan tahun terbit yang terdapat di bagian tengahnya, dan tulisan "BANK INDONESIA" yang terdapat pada bagian luar yang membentuk setengah lingkaran.
    • Gambar belakang koin ini adalah gambar pohon kelapa sawit yang berada di bagian tengah koin, dan tulisan "KELAPA SAWIT" dan Nilai koin "Rp1000".
    • Untuk punggirannya bergerigi terus menerus, sehingga koin ini tidak cocok dijadikan alat kerokan masal😂.

    BERAPA HARGA KOIN Rp1000 GAMBAR KELAPA SAWIT?

        Artikel saya ini tidak lengkap jika tidak membahas harga koin Rp1000 gambar kelapa sawit.

        Disesama pebisnis uang kuno, harga koin ini berkisar antara 3000 sampai 3500 rupiah perkoin. Tapi agak berbeda sedikit jika yg di miliki tahun 1994 dan tahun 1997, harganya untuk koin yg tahunnya 1994 dan 1997 adalah sekitar 5000 rupiah perkoin, ini disebabkan oleh karena agak langkanya koin yang bertahun 1994 dan 1997.

        Saya rasa cukup sekian dulu pembahasan saya mengenai koin Rp1000 gambar kelapa sawit ini. Jika ada yang perlu ditanyakan, silahkan gunakan kolom komentar dibawah artikel ini.

    NB;

        Saya sedang Mencari koin Rp50 gambar komodo tahun 1997 minimal 2 koin. Jika anda punya dan ingin menjualnya, akan saya beli 50rb rupiah perkoin. contoh koinnya seperti gambar dibawah ini.




    Salam hangat.

    Kolektor uang kuno.

    Jumat, 31 Juli 2020

    BERAPA HARGA KOIN KUNO Rp50 TAHUN 1971 ??

    KOIN Rp50 TAHUN 1971



        Assalamu'alaikum w.w.

         Awali hari ini dengan Bismillah, semoga kita semua dilimpahkan rahmat dan rezeki yang melimpah dan berkah. Amiin.

         Berbicara mengenai rezeki, maka tidak lepas dari masalah uang. Karena tidak dipungkiri lagi bahwa ukuran rezeki pada saat ini diukur dengan uang. Ada yang rezekinya banyak hari ini dan ada yang rezekinya sedikit hari ini, semua itu sudah diatur oleh yang maha kuasa. 

         Dari dulu uang telah digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh dunia. Di negara Indonesia Tercinta ini, pernah beredar uang Rp50 (lima puluh rupiah) bergambar burung cendrawasih. Burung cendrawasih adalah burung yang sangat cantik dan merupahan burung khas yang hanya ada di kepulauan Papua.

         Pada artikel kali ini saya akan coba membahas uang kuno Rp50 (lima puluh rupiah) tahun 1971 yang bergambar burung cendrawasih. Pada tahun 1970an uang Rp50 (lima puluh rupiah) adalah salah satu uang koin pecahan besar, karena pada zaman itu, untuk uang koin hanya sampai dengan pecahan Rp100 (seratus rupiah) saja. Jika mempunyai uang Rp50 ini sudah sangat berharga sekali karena pada zaman itu ( sekitar tahun 1973 ) harga emas untuk 1 gram masih Rp2.200 an (dua ribu dua ratusan rupiah).


    Berikut ini ciri-ciri dari koin Rp50 bergambar burung cendrawasih tahun 1971:

    • Koin Rp50 ini berbahan cupro nikel tidak menempel dengan magnet
    • Koin ini Berbentuk bulat tipis
    • Koin ini mulai diedarkan pada tanggal 16 agustus 1971
    • Dan tanggal penarikan dari peredarannya dimulai pada tanggal 25 juni 2002
    • warnanya putih
    • Gambar Depannya bergambar burung cendrawasih, seperti contoh foto dibawah ini

    • Pada bagian Belakangnya hanya ada tulisan "BANK INDONESIA" dan "50 RUPIAH" dan angka tahun "1971". untuk jelasnya, silahkan lihat foto dibawah ini.

    • Koin Rp50 gambar cendrawasih ini memiliki berat normal 6,06 gram
    • Ketebalan koin ini adalah 1,50 milimeter
    • Untuk ukuran Diamenternya adalah 24,00 milimeter
    • Pinggiran koin ini bergerigi sehingga tidak cocok dijadikan untuk koin kerokan.. bisa perih maanng...

        


    Berapa harga koin Rp50 tahun 1971?

            Artikel saya tidak lengkap jika tidak membahas harga uang kuno yang saya bahas. Dan saya yakin anda juga ingin tau harganya.

         Tanpa basa basi saya sampaikan bahwa harga koin ini disesama kolektor uang kuno adalah sekitar 1000 rupiah saja perkoin dengan kondisi baik. Maka dari itu, jika anda memiliki uang kuno Rp50 ini, sebaiknya disimpan saja untuk kenang-kenangan dan untuk bahan cerita sejarah kepada anak cucu dikemudian hari.  



    NB:

    SAYA SEDANG MENCARI KOIN Rp50 GAMBAR KOMODO TAHUN 1997 MINIMAL 2 KOIN.



    SALAM HANGAT


    KOLEKTOR UANG KUNO

    Kamis, 30 Juli 2020

    Berapa Harga uang Rp100 tahun 1973 Sebenarnya??

       UANG Rp100 TAHUN 1973 



        Punya uang yang banyak adalah impian setiap manusia, tapi apalah daya, semua sudah diatur yang maha kuasa. Yang akhirnya terciptalah istilah kaya dan miskin. walaupun demikian, setiap mamusia di indonesia pernah memegang uang rupiah, baik itu uang koin maupun uang kertas.

        Pada tahun 1973 diterbitkan uang koin Rp100 bergambar rumah adat minang kabau atau biasa disebut "Rumah Gadang". Dengan uang Rp100 ini pada zaman itu sudah setara dengan uang Rp10.000 tahun ini (tahun 2020), Bahkan nilainya mungkin jauh tinggi lagi dari Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah). Yang mana pada sekitar tahun itu masih beredar dan digunakan uang uang pecahan Rp1 (satu rupiah), Rp2 (dua rupiah), Rp5 (lima rupiah), Rp10 (sepuluh rupiah), Rp50 (lima puluh rupiah). Sehingga jika memiliki uang Rp100 sudah bisa memenuhi kebutuhan harian (dapur) untuk 3 hari.

        Kini uang Rp100 tahun 1973 ini tidak digunakan lagi dan sudah ditarik dari peredarannya oleh Bank Indonesia. Walaupun sudah ditarik dari peredaran di masyarakat, ternyata masih banyak orang tua kita yang menyimpannya yang mungkin dijadikan untuk koin kerok an, dijadikan koin kerok an karena sisi koinnya yang licin.

        Karena uang RP100 ini tidak bisa dipakai untuk transaksi jual beli, maka uang Rp100 ini sudah menjadi uang kuno dan menjadi barang antik. 

    Berikut saya coba sampaikan ciri-ciri dari uang koin Rp100 bergambar rumah gadang ini;

    • Bahan dari koin Rp100 tahun 1973 adalah Cupro Nikel
    • Bentunya bulat pipih
    • Uang ini diedarkan pertama kali pada 2 january 1974
    • Uang ini mulai ditarik dari peredaran pada tanggal 25 Juni 2002
    • Berat normal dari koin ini adalah 9,72 gram
    • Koin ini memiliki ketebalan 2,128mm untuk pinggiran koin dan 1,70mm di tengahnya.
    • Ukuran koin Rp100 rumah gadang ini adalah 28,50mm untuk Diameternya
    • Gambar depan dari koin ini adalah gambar "Rumah gadang dan satu pohon kelapa" dan teks Rp100. untuk detilnya silahkan lihat foto dibawah ini.


    • Untuk bagian belakangnya hanya berupa tulisan " BANK INDONESIA" dan "100 RUPIAH" dan angka tahun 1973. Untuk jelasnya, silahkan lihat foto dibawah ini.

    • Di bagian samping koin Rp100 ini ada tulisan "BANK INDONESIA"
       
        Walaupun koin ini sudah diketegorikan koin kuno, tapi tidak menyebabkannya menjadi langka, karena sangat banyak masyarakat. Apalagi di kolektor uang kuno indonesia, mereka mempunyai koin ini dalam jumlah yang banyak. Contohnya saya memiliki koin ini sedikitnya 120 koin seperti foto dibawah ini.



    BERAPA HARGA KOIN Rp100 TAHUN 1973?

        Tak lengkap rasanya bahasan uang kuno saya ini jika tidak membahas harga koin Rp100 gambar rumah gadang ini, dan tentunya anda semua juga ingin tau harga koin ini bukan? 

        Bagi sesama kolektor uang kuno, harga jualnya sekitar Rp2000 (dua ribu rupiah) perkoin dengan kondisi sangat baik dan layak untuk koleksi. Artinya jika anda menjual koin ini ke kolektor uang kuno, maka harga jual anda dibawah dari harga jual kolektor. ( jika kolektor jual Rp2000, Anda menjual ke kolektor dibawah Rp2000 ). Walaupun pernah beredar berita yang menyampaikan koin ini harganya sampai jutaan rupiah perkoin. Dan mungkin ada yang berhasil menjualnya dengan harga jutaan rupiah perkoin. Tapi saya belum pernah jumpa dengan orang yang berhasil menjual dengan harga jutaan rupiah perkoin, baik didunia nyata maupun di dunia maya.

        Saran saya, jika ingin menjualnya dengan harga yang lebih mahal lagi, silahkan jual ke orang biasa yang membutuhkannya. Misalnya orang yang butuh koin ini untuk syarat berobat, untuk mahar pernikahan dan lain-lainya. Contohnya saya pernah menjual koin ini seharga Rp15000 (lima belas ribu rupaih) perkoin.

    Saya rasa cukup sekian pembahasan saya untuk saat ini, jika ada yang perlu ditanyakan, silahkan gunakan kolom komentar.

    NB: 
    SAYA SEDANG MENCARI UANG KOIN Rp50 GAMBAR KOMODO TAHUN 1997 MINIMAL 2 KOIN.

    Salam hangat.

    Kolektor Uang Kuno